oleh

Apeksi Pandang Penting Penguatan Kapasitas Komunikasi Empatik Satpol PP

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) memandang penting dilakukan penguatan kapasitas komunikasi empatik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Menurut Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Bima Arya, Satpol PP sebetulnya dalam level tertentu memiliki kekuasaan di lapangan.

Menurutnya, dengan kekuasaan itu maka Satpol PP patut bertindak tegas dengan tidak lupa memadukan kasih sayang.

“Ketegasan tanpa kasih sayang adalah kezoliman, namun kasih sayang tanpa ketegasan adalah kelemahan,” ujar Bima di depan peserta pelatihan virtual Satpol PP.

Materi pelatihan yang berat dapat ditampilkan secara praktis oleh pelatih nasional Risang Rimbatmaja, juga konsultan profesional di berbagai lembaga internasional (seperti Unicef, John Hopkins University, USAID, dan lain-lain). Berbagai teori dan prinsip komunikasi antar personal ditampilkan dengan contoh kasus dan fakta di lapangan, lalu disajikan dengan sangat menarik.

Baca Juga  Tiga Kabupaten Alami Dampak Bencana Terbesar Di NTT

“Motif utama atau niat dalam berkomunikasi kita harus jelas dulu. Bukankah tujuan kita untuk menyampaikan pesan? Kalaupun harus berbeda pendapat, kita bukan mencari menang, hanya karena berseragam yang gagah,” ujar Risang.

Peserta diajak untuk membangun sikap mental komunikasi empatik, jangan hanya menindak pelanggar prokes.

“Beri juga apresiasi dan pujian bagi mereka yang memakai masker, mempraktekkan cuci tangan, dan mematuhi jaga jarak”, tambahnya.

Baca Juga  Kriteria Penerima Vaksin Sinovac

Kata dia, kesalahan utama dalam komunikasi interpersonal adalah adanya “pagar” dari setiap kita yang membentengi setiap interaksi.

“Tugas kita saat berkomunikasi adalah merubuhkan pagar itu, dengarkan dan menyelami isi hati orang yang berkomunikasi dengan kita secukupnya. Cari simpul, sebut nama lawan komunikasi, dan pastikan kenyamanan mereka dalam memulai komunikasi,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, diberikan pula tips dan trik berkomunikasi dengan orang yang sedang emosi.

“Kita semua lelah, namun tetap sabar. Mungkin kita kuat, tapi jangan-jangan kita membawa virus dan menularkan kepada orang lain. Jaga kesehatan, jaga keselamatan, prokes jangan ditawar-tawar lagi, keselamatan diri adalah yang utama” ujar Risang

Baca Juga  Danau Baru Terbentuk di Kupang

Rimbatmaja dalam akhir pelatihan yang diikuti oleh 374 (yang mengisi absen), di luar pemirsa live streaming dan yang menonton Apeksi Official Youtube channel.

Pelatihan nasional ini adalah salah satu dari banyak rangkaian pelatihan praktis bagi pejabat birokrasi dan aparatur di Pemerintahan Kota yang diselenggarakan Apeksi. Uniknya berbagai forum, kelas Help Desk, dan berbagai pelatihan Apeksi sering juga diikuti (terbuka) peserta dari beberapa pemerintah kabupaten (anggota Apkasi) hingga pemerintah provinsi (anggota APPSI). (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

News Feed