oleh

Kemendikbud Boleh Gunakan BOS untuk Persiapan Asesmen Nasional

MATARAM – Kemendikbud telah mengeluarkan kebijakan terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). ”Salah satunya, untuk kepentingan persiapan penyelenggaraan Asesmen Nasional (AN),” kata Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB Purni Susanto.

Dia mengatakan, AN sejatinya akan dimulai awal tahun ini. Namun harus diundur lantaran pemerintah harus memastikan kesiapan logistik hingga fasilitas pendukung lainnya. ”Sehingga Maret-April, dilaksanakan tahapan rapat koordinasi, sosialisasi, dan pelaksanaan teknis persiapan AN,” jelasnya.

Selanjutnya April-Agustus dilakukan simulasi AN. Barulah September-Oktober diselenggarakan AN. ”Nantinya hasil penilaian akan diumumkan akhir tahun ini,” terangnya.

Selama jeda waktu yang ada, sekolah harus bisa mempersiapkan diri. Misal, terkait biaya yang diperlukan. ”Ini sangat penting, merinci apa saja hal-hal yang dibutuhkan sehingga kita tahu berapa biaya yang dipakai,” jelas Purni.

Baca Juga  Masa Depan Indonesia Ditentukan Keberhasilan Pembelajaran Tatap Muka

AN dirancang memantau dan mengevaluasi sistem pendidikan, serta memperbaiki sistem pendidikan dasar dan menengah. Sehingga segala macam kegiatan, tentu akan mengeluarkan biaya. ”Dulu anggaran UN dialokasikan khusus oleh pusat, nah sekarang karena UN tidak ada maka otomatis anggarannya juga tidak ada,” jelasnya.

Satuan pendidikan harus mengeluarkan sendiri biaya yang digunakan untuk persiapan pelaksanaan AN. ”Kita perlu pelatihan proktor, teknisi. Kita butuh sosialisasi teknis pelaksanaan AN sampai ke tingkat satuan pendidikan dan seterusnya,” kata dia.

Baca Juga  Temu Kangen, Mayjen TNI Joko Warsito Sambangi Markas SMSI

Belum lagi pembiayaan lain yang jauh lebih banyak. ”Biaya ini akan terlihat cukup besar bila sudah dirincikan di atas kertas,” jelasnya.

Seperti biaya penyediaan daya listrik dan internet, biaya honor pengawas yang akan menggunakan sistem silang antarsatuan pendidikan. Juga pengadaan fasilitas AN yang sesuai standar, logistik hingga konsumsi.

Dulu terang Purni, sekolah bisa menyiasati biaya tambahan selain BOS, seperti dari BPP. ”Nah sekarang di saat pandemi, pemasukan dari pos BPP tentu sudah tidak bisa dijadikan andalan,” terang dia.

Maka sangat tepat jika dana BOS, dipergunakan sebagai persiapan AN. ”Dengan fleksibilitas penggunaan dana BOS ini, sekolah bisa mantap dalam persiapan AN-nya,” pungkas Purni.

Baca Juga  Tokoh inspiratif SMSI: Adam Malik, PK Ojong-Jakob Oetama, Hamka, Fachrodin

Terpisah, Sekretaris Dinas Dikbud NTB H Muhtadi Hairi mengatakan, segala perubahan yang termuat dalam penggunaan dana BOS 2021 tetap akan disosialisasikan. ”Kami masih menunggu juknis lebih rinci tentang penggunaannya, kalau sudah ada, kami akan segera sosialisasi,” tegasnya.

Harapannya, sekolah di NTB mengalami kenaikan penerimaan jumlah dana BOS tahun ini. ”Sesuai arahan pusat, sekarang kriteria jumlah dana bos dilihat dari Indeks Kemahalan Konstruksinya (IKK),” jelasnya. (*/cr4)

 

Sumber : ntb.siberindo.co

News Feed