oleh

Pria Penjaga Peternakan Ayam Tewas Jadi Korban Penganiayaan

Pria berinisial N (50) berprofesi penjaga peternakan ayam tewas setelah menjadi korban penganiayaan di Desa Cibalong, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Korban tewas ditusuk di bagian leher.

Kapolsek Cijeruk AKP Sumijo mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 12.00 WIB, Kamis (5/7/2021). Kala itu, korban diketahui sedang berada di sebuah gubuk dekat kandang ayam seorang diri.

“Korban bertugas sebagai keamanan di sebuah peternakan ayam, sesekali korban ada di lokasi itu,” kata Sumijo mengonfirmasi, Jumat (6/8/2021).

Baca Juga  Kejari Surabaya Berhasil Amankan Dua Terpidana Kasus Dugaan Korupsi Kredit Fiktif Bank Jatim Senilai Rp 52 Miliar

Sekira pukul 12.00, korban N didatangi D (35). Keduanya terlibat percakapan dan 10 menit kemudian pergi meninggalkan gubuk.

Pada pukul 12.30, keduanya kembali ke gubuk dan N memesan kopi kepada saksi, seorang penjaga warung tidak jauh dari gubuk.

Saat saksi mengantarkan kopi pesenan N, ia melihat D terburu-buru meninggalkan gubuk sambil meninggalkan sepeda motor yang dibawanya.

Saat melongok ke dalam gubuk, saksi terkejut melihat korban N sudah bersimbah darah dan telungkup di lantai.

Baca Juga  Dr. AM Fachir: Medsos, Kekuatan Alternatif untuk Dukung Palestina

“Saksi berteriak meminta bantuan, adik korban yang tidak jauh dari lokasi datang lalu membawa ke rumah sakit di Kota Bogor. Hahya saja, korban meninggal dalam perjalanan,” ungkapnya.

Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa dan selanjutnya pihak kepolisian. Dari hasil olah tempat kejadian sementara, korban diduga dianiaya dengan benda tajam pada bagian leher.

“Anggota meluncur olah TKP, betul di gubuk tersebut ada terdapat percikan noda darah, diilustrasikan benar telah terjadi perbuatan pidana,” tambah Sumijo.

Baca Juga  KH Afifuddin Patut Mendapat Gelar Doktor Ushul Fikih

Hingga saat ini, belum diketahui pasti motif dari penganiayaan tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari terduga pelaku dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

“Karena (terduga) tersangka sudah diketahui identitasnya dan ada saksi yang menguatkan, kami di-backup Polres juga Opsnal melakukan penyelidikan. Jenazah sekarang masih autopsi di RS Polri Kramatjati,” tutupnya. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

News Feed