oleh

Starbucks Keluar dari Usaha Patungan di Korea Selatan

Starbucks keluar dari usaha patungannya (joint venture/ JV) di Korea Selatan (Korsel), pasar terbesar kelima raksasa kopi Amerika Serikat (AS) tersebut. Waralaba kopi tersebut menjual sebagian sahamnya untuk mitra lokal E-Mart dan sisanya untuk dana kekayaan negara Singapura, GIC.

E-Mart, salah satu peritel terbesar di Korsel yang saat ini memiliki setengah dari usaha patungan, akan membeli tambahan 17,5% saham senilai US$ 411 juta, katanya dalam pengajuan pada Selasa (27/7/2021). Perusahaan itu akan mengoperasikan jaringan toko-toko Starbucks. Sementara GIC akan memiliki 32,5% saham sisanya.

Ini menunjukkan penilaian US$ 2,35 miliar untuk seluruh bisnis dan bahwa GIC akan membayar lebih dari US$ 700 juta untuk sahamnya, menurut perhitungan Reuters.

Baca Juga  BOR 32 RS Khusus COVID-19 Mencapai 52,54 Persen Di Kota Tangerang

GIC menolak mengomentari nilai kesepakatan. Starbucks mengatakan kesepakatan itu diharapkan akan selesai dalam 90 hari ke depan.

“Korea Selatan terus menjadi pasar penting bagi Starbucks,” Michael Conway, presiden grup Starbucks untuk pengembangan internasional dan saluran, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (27/7/2021).

“Bagian dari kesuksesan kami di Korea Selatan dan di banyak pasar internasional kami adalah karena keahlian dan penilaian dalam mengetahui kapan harus mengandalkan mitra lokal untuk terus membangun bisnis,” jelasnya.

Dengan lebih dari 1.500 toko di 78 kota, laba operasional Starbucks Coffee Korea melonjak hampir tiga perempat menjadi 45,4 miliar won (US$39,5 juta) pada Januari hingga Maret. Tahun lalu, di tengah pembatasan pandemi, pendapatan turun 6% dari angka 2019.

Baca Juga  Sloane Stephens Menghentikan Unggulan Ke-13 Dari Republik Ceko Karolina Muchova

Starbucks Korea, bagaimana pun, menolak untuk mengomentari mengapa raksasa kopi AS tersebut setuju untuk melepaskan sahamnya di negara Asia Timur. Seorang juru bicara Starbucks yang berbasis di Hong Kong tidak dapat segera dihubungi.

“Starbucks dan E-Mart telah melakukan banyak percakapan tentang bagaimana kami dapat terus mengembangkan merek Starbucks di pasar, yang mengarah pada keputusan ini,” ujar TJ Hyung, Wakil Presiden Eksekutif E-Mart. Ia mengoperasikan jaringan nasional dengan lebih dari 160 hypermarket, toko diskon, dan toko khusus lainnya.

Baca Juga  Polsek Jekan Raya Diresmikan oleh Irjen Pol Dedi Prasetyo

E-Mart, beserta Shinsegae Group induknya, telah memanfaatkan gangguan yang disebabkan oleh pandemi di industri e-commerce Asia untuk membeli beberapa bisnis.

Seorang juru bicara Shinsegae mengatakan Starbucks Coffee Korea akan terus berada dalam perjanjian lisensi dengan Starbucks, seperti yang terjadi ketika itu berupa usaha patungan antara Starbucks dan Shinsegae Group.

E-Mart mengatakan bulan lalu akan membeli sebagian besar bisnis EBay Korea Selatan seharga US$ 3 miliar. Ssementara afiliasi Shinsegae yang lain, SSG.COM, membeli pusat perbelanjaan daring seharga 265 miliar won pada April. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

News Feed