oleh

Tiga Kabupaten Alami Dampak Bencana Terbesar Di NTT

Kupang – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi menyebutkan dampak bencana alam terbesar di provinsi berbasis kepulauan itu terjadi di tiga kabupaten.

“Ada tiga kabupaten yang terdampak bencana terbesar di NTT, dan saat ini sedang dalam penanganan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” katanya kepada wartawan di Kupang, Jumat.

Tiga kabupaten itu, ujar dia, tersebar di Kabupaten Alor, Kabupaten Flores Timur yakni di desa Nelelamadike dan Waiburak dan Kabupaten Lembata tepatnya di desa Amakaka yang dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (8/4).

Baca Juga  Tim Muhammadiyah Mengakhiri Tugas Kemanusiaan di NTT

Wakil Gubernur NTT menjelaskan bahwa sesuai data yang ada di Posko Komando tanggap darurat bencana di Kupang, untuk di kabupaten Alor jumlah korban yang meninggal akibat banjir bandang di daerah itu mencapai 28 orang, hilang 13 orang, luka-luka 29 orang, yang mengungsi 299 jiwa dan rumah yang rusak 720 unit.

Baca Juga  Ketua DPD RI Meminta Pemerintah Memastikan Sirkulasi Kebutuhan Daging Di NTT Lancar

Sementara untuk kabupaten Lembata, jumlah yang meninggal mencapai 46 orang, hilang 22 orang, luka-luka 86 orang. Pengungsi mencapai 2.345 orang dan rumah rusak mencapai 689 unit.

“Untuk Alor masih ada 14 orang yang belum ditemukan, dan untuk Lembata ada sekitar 32 orang yang dilaporkan belum ditemukan,” tambah dia.

Sementara untuk kabupaten Flores Timur yang meninggal dunia mencapai 71 orang, dan hilang mencapai lima orang . Saat ini jumlah pengungsi di daerah itu mencapai 1.389 orang .

Baca Juga  Bertengger Di Atas Level 1.800 Dolar, Emas Melonjak 31 Dolar

Wagub mengatakan bahwa pihaknya berusaha agar para pengungsi yang saat ini di lokasi pengungsian tidak dalam jumlah banyak karena saat ini sedang dalam pandemi COVID-19.

“Kita khawatir nanti akan muncul klaster baru karena banyaknya warga yang berkumpul di lokasi pengungsian,” tambah dia. (*/cr9)

Sumber : Kupang.antaranews.com

News Feed