oleh

Wapres Dukung ITB serta Kampus Lain Perbanyak Riset Kota Cerdsa

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin terus mendorong Institut Teknologi Bandung (ITB) dan kampus lainnya memperbanyak riset serta keterlibatan dalam membangun kota cerdas atau smart city di Indonesia.

“Saya harapkan pemerintah kota bisa memanfaatkan penelitian ITB ini untuk meningkatkan kinerjanya dan mampu memperbaiki kualitas kota sesuai aspirasi masyarakat,” kata Wapres Ma’ruf Amin saat membuka acara Riset Transformasi Digital Indonesia (RTDI) dan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) Tahun 2021 melalui konferensi video, Senin (2/8/2021).

Menurut Wapres, ITB telah berkontribusi merumuskan berbagai indikator dan konsep transformasi dalam pembangunan smart city atau kota cerdas untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah kota. Salah satunya, konsep pembangunan kota cerdas melalui Garuda Smart City Framework. Hal itu telah memberikan indikator kota cerdas dan gambaran bagaimana melakukan transformasi menuju kota cerdas.

Baca Juga  Jumlah Kasus Baru Covid-19 Cenderung Lebih Rendah pada Dua Bulan Terakhir

“Saya minta kegiatan ini tidak hanya menjadi sekedar riset pemeringkatan (rating) saja, namun bisa menjadi ajang pembelajaran bersama untuk mendukung pembangunan Indonesia dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” kata Wapres.

Wapres Ma’ruf Amin menjelaskan, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024, transformasi digital menjadi program prioritas pemerintah yang diharapkan dapat mendukung pembangunan smart city. Ini demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berkelanjutan. Untuk itu, peran serta para akademisi atau peneliti di perguruan tinggi sangat dibutuhkan dalam merumuskan langkah strategis pengembangan smart city.

“Sudah menjadi kewajiban perguruan tinggi sebagai salah satu stakeholders untuk menyediakan riset-riset inovatif yang memberikan solusi terhadap permasalahan berbagai kota yang ada di Indonesia,” ungkap Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Baca Juga  Dr. AM Fachir: Medsos, Kekuatan Alternatif untuk Dukung Palestina

Kepala Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas ITB, Suhono Supangkat melaporkan, RKCI merupakan suatu rangkaian kegiatan 2 tahunan yang telah dilakukan sejak tahun 2015. Dan mulai tahun ini ditambahkan RTDI untuk mendukung keseluruhan penelitian pembangunan kota cerdas di Indonesia.

Rektor ITB, Reini Wirahadikusumah, menyebutkan RTDI ditambahkan pada tahun ini untuk menilai kesiapan digital suatu kota dalam mendukung kinerja pemerintahan kota. Oleh karena itu dapat menjadi evaluasi untuk memajukan daerahnya masing-masing.

Baca Juga  13 Excavator Dikeluarkan dari Lokasi Penambangan Liar

“RTDI dan RKCI bukan untuk menilai peringkat, tujuannya sangat fundamental yaitu dukungan ITB untuk menjaga sustainability dari pengembangan kota-kota di indonesia, Jadi harapannya implementasi kedua program ini dapat menjadi self-evaluation bersama,” tutur Reini. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

News Feed