oleh

Wuhan Himbau Seluruh Populasi untuk Lakukan Tes Covid-19

Pihak berwenang di Wuhan pada Selasa (3/8/2021) mengatakan, mereka akan melakukan tes Covid-19 untuk seluruh populasinya. Sebelumnya, Pejabat kota di pusat Tiongkok tempat virus corona muncul di akhir tahun 2019 tersebut melaporkan infeksi lokal pertama setelah lebih dari setahun tanpa kasus.

Tiongkok kini berjuang kembali melawan Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir. Otoritas membatasi aktivitas penduduk seluruh kota, menghentikan jaringan transportasi, dan meluncurkan tes massal ketika varian Delta yang menyebar cepat menantang strategi nol Covid-19 dan vaksin buatan sendiri.

Pemerintah Tiongkok sebelumnya membanggakan keberhasilannya dalam menghancurkan penyebaran virus, memungkinkan ekonomi untuk pulih dan kehidupan normal kembali. Sementara hampir seluruh bagian dunia lain telah berjuang melawan pandemi Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari empat juta orang di seluruh dunia.

Tetapi wabah terbaru mengancam kesuksesan pemerintah Tiongkok, dengan lebih dari 400 kasus domestik dilaporkan sejak pertengahan Juli. Saat itu, sekelompok petugas kebersihan bandara di Nanjing, Provinsi Jiangsu, memicu infeksi di lebih dari 20 kota di belasan provinsi.

Baca Juga  Sloane Stephens Menghentikan Unggulan Ke-13 Dari Republik Ceko Karolina Muchova

Otoritas Wuhan yang berpenduduk 11 juta dengan cepat meluncurkan pengujian asam nukleat komprehensif untuk semua penduduk, pejabat senior kota Li Tao mengatakan pada konferensi pers Selasa.

Pihak berwenang mengumumkan pada Senin (2/8/2021) bahwa tujuh infeksi menular lokal telah ditemukan di antara para pekerja imigran di kota, memecahkan rekor selama setahun tanpa kasus di dalam negeri setelah Wuhan menghancurkan wabah. Pemerintah memberlakukan lockdown yang belum pernah terjadi sebelumnya pada awal 2020.

Daerah wisata Zhangjiajie di Provinsi Hunan Tiongkok bagian tengah tiba-tiba mengumumkan pada Selasa bahwa tidak ada orang yang akan diizinkan keluar kota, setelah menutup tempat wisata dan mendorong pengunjung untuk meninggalkan minggu lalu.

“Semua penduduk, turis, dan personel lainnya dilarang meninggalkan Zhangjiajie,” menurut laporan pemberitahuan singkat yang diterbitkan di media lokal Partai Komunis, Zhangjiajie Daily, pada Selasa.

Kota-kota besar termasuk ibu kota Beijing kini telah melakukan tes untuk jutaan penduduk sambil menutup kompleks-kompleks perumahan dan menempatkan kontak dekat dengan pasien di bawah karantina.

Baca Juga  Harkitnas 2021, Sekjen Kemenkumham: Optimistis Menghadapi Masa Depan

Pemerintah Tiongkok melaporkan 61 kasus domestik pada Selasa.

Kota timur Yangzhou, dekat Nanjing, adalah pemerintah daerah yang baru-baru ini memerintahkan penduduk untuk tinggal di rumah setelah tes virus skala besar mendeteksi 40 infeksi baru selama sehari terakhir.

Lebih dari 1,3 juta penduduk inti Kota Yangzhou sekarang terkurung di rumah mereka. Masing-masing rumah tangga hanya diizinkan mengirim satu orang ke luar per hari untuk berbelanja kebutuhan, kata pemerintah kota.

Pengumuman itu muncul setelah otoritas Zhuzhou dekat Zhangjiajie memberlakukan perintah serupa dalam beberapa hari terakhir, yang berarti pembatasan untuk sekitar dua juta warganya.

Wabah menyebar ke Hunan dari Nanjing bulan lalu, setelah orang-orang di klaster bandara menghadiri pertunjukan teater di Zhangjiajie.

Para pejabat sejak itu mati-matian melacak ribuan sesama penonton teater dan mendesak wisatawan untuk tidak melakukan perjalanan ke daerah di mana kasus telah ditemukan.

Baca Juga  Pemkab Bekasi Akan Mulai Lakukan Pengisian 64 Jabatan Struktural dan Fungsional dalam Sebulan ke Depan

Sementara itu, pemerintah Tiongkok telah memblokir wisatawan memasuki ibu kota selama perjalanan liburan puncak musim panas dan meminta penduduk untuk tidak pergi kecuali diperlukan.

Foto-foto dari Wuhan pada Senin menunjukkan rak supermarket dikosongkan oleh para pembeli yang tampaknya menimbun untuk persiapan penguncian kembali. Ini mengingatkan pada panic buying, sebelum kota terputus dari seluruh dunia selama 76 hari tahun lalu dalam penguncian pertama.

Pejabat turun ke media sosial pada Selasa, berjanji untuk menenangkan suasana panik penduduk kota. Pihaknya mengumumkan bahwa toko-toko telah berjanji untuk menjaga harga dan rantai pasokan tetap stabil.

Mao (27) warga Wuhan mengatakan kepada AFP dia tidak khawatir tentang wabah baru karena Wuhan dinilai telah mengumpulkan pengalaman yang kaya, termasuk vaksinasi yang meluas.

“Saya sama sekali tidak khawatir kota ini akan dikunci (lockdown) lagi,” kata Mao. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

News Feed